Tampilkan postingan dengan label Kehidupan Anak Muda. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kehidupan Anak Muda. Tampilkan semua postingan

Senin, 22 April 2019

Berpikir Untuk Ngasih Kode ke Doi? Ini 5 Hal Yang Bisa Jadi Pertimbangan Buatmu


Photo by Larm Rmah www.unsplash.com
Apa sih maksudnya ngasih kode? Kayak sandi morse pas pramuka itu ya? Memberi kode biasa dilakukan ketika kita ingin memberi tau sesuatu tapi tidak secara langsung kepada seseorang. Misalnya kita sedang menyukai seseorang dan berharap dia memperhatikan kita tanpa kita katakan secara langsung, kita mencoba memberikan sebuah kode dengan berbagai macam cara.

Cara yang paling sering dilakukan biasanya dengan menggunakan sosial media.
Banyak fitur sosial media yang bisa digunakan untuk memberi kode seseorang. Instagram stories, feeds, whatsapp stories, re-share konten yang berkaitan dengan isi hati kita saat itu di semua sosial media kita misalnya. Aku pernah membaca sebuah komentar, ‘kok dia nggak peka-peka sih!’ karena kode yang dia buat selalu gagal.

Kode bisa dilakukan oleh seorang remaja maupun orang yang sudah dewasa, orang yang single maupun yang sudah pacaran. Kode yang akan aku bahas di sini adalah kode yang dilakukan oleh kaum single buat gebetannya ya. Wkwkwk.

Pertanyaannya, ngasih kode itu perlu nggak sih sebenernya? Jujur, aku juga pernah ngasih kode loh. Hahaha. Perlu kita perhatikan, sesuatu bisa dikatakan kode itu tergantung motivasi kita ya. Bisa jadi kita hanya ingin berkeluh kesah tapi orang menganggapnya kode lho. Nah, jika kita dengan sadar memberi kode kepada seseorang, ada 5 hal yang bisa jadi pertimbangan kita sebelum kita memberi kode atau sinyal-sinyal sama doi nih:

Jangan harap dia akan notice atau sadar
Namanya juga kode, kita tidak bisa menuntut orang lain akan mengerti karena komunikasi yang kita lakukan tidak jelas. Tidak salah jika akhirnya dia tidak peka atau tidak memahami kita. Dia bukan cenayang alias dukun gaes, dia juga bukan Tuhan yang Maha Tahu. Dia hanyalah manusia. Karena sama-sama manusia maka kita perlu berbicara menggunakan cara yang bisa dipahami oleh kedua belah pihak supaya terjalin hubungan yang baik. Bersyukur nih, kalau doi bisa paham sama yang kita maksud. Tapi jangan marah kalau dia nggak paham ya, mending diomongin langsung. Kamu mau dia tau kalau kamu peduli? Ya tunjukkan, dengan sikap jangan kode. Tuhan Yesus nggak ngasih kode waktu mengasihi kita. Meskipun kelahiran dan pengorbanannya sudah dinubuatkan ribuan tahun sebelumnya, tapi kasih Allah kepada kita selalu dalam tindakan nyata. Dia turun dari surga jadi manusia. Marilah kita mengasihi bukan dengan perkataan atau dengan lidah, tetapi dengan perbuatan dan dalam kebenaran. (1 Yohanes 3:18)

Minggu, 17 Maret 2019

Pentingnya Berdoa Saat Lagi Suka-sukanya

Photo by DESIGNECOLOGIST www.unsplash.com

Wanita umumnya menyukai drama. Mulai dari drama Korea hingga drama India. Tak ayal itu yang membuat wanita juga berpikir dan berkhayal bahwa hidup itu seperti drama. Tidak ada wanita yang tidak menyukai perhatian, hadiah, dan kata-kata indah. Dan wanita (aku hanya bisa memberi pendapat dari sudut wanita) ketika sudah memberikan hatinya, biasanya dia akan dengan sepenuhnya memberikan apa yang dia miliki, loyalitas, kesetiaan dan ketulusannya.

Raditya Oloan pernah berkata bahwa kita dapat mencintai sebesar kita rela disakiti, pertanyaannya adalah apakah kita telah mencintai orang yang tepat? Apakah kita memastikan bahwa hati kita telah berada ditangan yang tepat, seseorang yang Tuhan kehendaki ada di hidup kita?
Patah hati dapat terjadi bahkan sebelum adanya hubungan pacaran.

Rabu, 02 Mei 2018

Fenomena #Temantapimenikah dan Nilai-nilai Iman Kristen

Photo from www.layar.id

Setelah film Dilan, film yang saat ini sedang hangat diperbincangkan adalah film Teman tapi Menikah. Film yang diangkat dari kisah nyata artis Ayudia Bing Slamet dan sahabatnya Ditto ini berhasil membuat banyak orang yang menonton baper. Selain itu, pemeran utama dalam film ini adalah Vanesha Prescilla seorang artis pendatang baru yang sebelumnya berperan sebagai Milea di film Dilan. Ada pro-kontra yang disampaikan oleh netizen di sosial media terkait dengan siapa visual couple terbaik, Iqball & Vanesha atau Adipati & Vanesha. Namun tentu saja tulisan ini tidak sedang ingin membahas hal itu, melainkan tentang apakah fenomena #TemantapiMenikah ini selaras dengan nilai-nilai Kristiani.

Gary Thomas seorang penulis dan pembicara Kristen dalam bukunya The Sacred Search mengatakan bahwa persahabatan adalah jantung relasional yang memompa darah dalam pernikahan. Dan, meskipun orang seringkali tertarik satu sama lain karena chemistry seksual, pasangan suami istri sebenarnya menghabiskan waktu menjadi seorang sahabat 95% lebih banyak daripada menjadi seorang pasangan seksual. Hal ini dikarenakan chemistry seksual naik turun dengan liar dan tak teratur dari pada persahabatan relasional, yang biasanya bertumbuh semakin mendalam seiring berjalannya waktu.

Kamis, 15 Maret 2018

Tips untuk Pemimpin Kelompok Kecil

Kelompok kecil (KTB, komsel, CG dan istilah lainnya) biasanya ada di beberapa gereja yang menekankan nilai pemuridan. Ada juga beberapa organisasi Kristen yang berfokus pada pemuridan di kelompok kecil, seperti yang saat ini aku tekuni yakni Perkantas. Apa itu Perkantas? Bisa cek disini.

Jika Tuhan Yesus saja memiliki 12 murid dan kadang hanya 3 murid saja yang sering diajak kemana-mana, ini menunjukkan bahwa di dalam kekristenan, adanya kelompok kecil itu sangat penting. Kelompok ini biasanya terdiri dari 7-3 anggota dan satu orang pemimpin. Apa yang dilakukan di kelompok kecil? Tentu saja tidak hanya sekedar bermain games seru, nonton bareng, dan hang out. Tapi lebih dari pada itu, kelompok kecil adalah tempat dimana kita bisa berbagi kisah hidup, mendapat teguran, semangat dan yang terpenting: mempelajari firman Tuhan bersama.

Sebenarnya aku bukan orang yang hebat dalam memimpin kelompok kecil sehingga berani menulis tips ini. Namun aku sedikit tau jika aku menjadi seorang anggota kelompok kecil, seorang pemimpin seperti apa yang aku butuhkan. Jadi sebenarnya tulisan ini berasal dari pengalamanku yang bergabung di KTB (Kelompok Tumbuh Bersama) sejak 2013 hingga saat ini ketika aku mulai memimpin beberapa kelompok.

Langsung saja, 5 tips yang bisa dilakukan jika kita sedang memimpin suatu kelompok kecil:

Menjadi pendengar yang baik
Ada beberapa orang yang sangat kesulitan menjadi pendengar yang baik, aku mengakui bahwa aku adalah orang yang dulunya suka sekali memotong pembicaraan orang. Sebagai seorang sanguinis aku sangat ingin mengambil alih suasana. Seorang pemimpin yang baik adalah seorang pendengar yang baik karena dengan mendengarlah kita bisa mengerti dan masuk ke dalam dunia orang lain. Hal ini perlu dilatih, dengan terus mengingat bahwa kisah orang lain itu penting.

Rabu, 03 Januari 2018

Bagaimana Orang yang Tepat Seharusnya?

image from www.unsplash.com

Bagaimana sih definisi yang tepat untuk menjelaskan tentang ‘orang yang tepat’ itu?
Apakah orang yang membawa kita semakin dekat dengan Tuhan?

Tapi bukannya untuk dekat dengan Tuhan itu sebenarnya adalah tanggung jawab kita masing-masing? ‘Orang yang tepat’ bukan berperan sebagai orang tua rohani kita. Bukan. Karena jika begitu, pasti akan ada yang berperan menjadi anak-anak. Dan seperti yang kita tau, anak-anak akan tumbuh dewasa dan meninggalkan orang tuanya. Tidak dengan pasangan hidup. Pasangan hidup bukan orang tua kita.
Aku setuju jika orang yang tepat adalah orang yang mau diajak bersama-sama bertumbuh ke arah Tuhan, selama hidupnya.

Bayangkan seseorang yang akan selalu bersamamu. Seseorang yang masakannya akan selalu kamu nikmati. Seseorang yang bau keringatnya akan selalu kamu hirup. Seseorang yang akan kamu lihat dimana pun disekitar rumah. Seseorang yang akan membesarkan anak-anak bersamamu. Seseorang yang bersamanya kamu akan menua dan tinggal bersama meskipun tidak ada lagi romantisme dan bunga-bunga asmara!

Senin, 04 Desember 2017

Menjadi Penggemar K-pop

 
image from https://korea.iyaa.com
Fangirling, bias, army, exo-L..

Anak-anak cewek penggemar K-Pop pasti tau dengan istilah-istilah itu. Sebagai anak yang lahir tahun 90an tentu saja nggak ada yang bisa ngalahin Super Junior terutama Siwon (I’m ELF) hahaha. Oke, sebenarnya sedikit penasaran dengan beberapa postingan beberapa siswi di sosial media mereka tentang MAMA (Mnet Asian Music Award). Alhasil, aku download di youtube beberapa video acara tersebut. Tenyata MAMA adalah acara penghargaan musik di Korea selatan yang disiarkan M-net setiap tahunnya.

Aku bukan K-Popers addict yang selalu nontonin aksi panggungnya para boyband korea sih. Sesekali, aku menikmati aksi tari dan video klip boyband/girlband Korea yang unik. Cewek-cewek cantik yang imut dan cowok-cowok cantik yang keren. Mereka mengemas suatu karya sedemikian rupa sehingga mengundang decak kagum siapa pun yang melihatnya.

Sebagai seorang Kristen, boleh nggak sih punya bias/idola? Boleh nggak kita melakukan kegiatan fangirling (nontonin aksi konser)?

Menurutku, Tuhan yang menciptakan dunia ini adalah Tuhan yang juga penyuka seni termasuk musik. Lihat saja semua ciptaannya yang begitu indah dan tak tertandingi. Aku rasa nggak ada yang bisa mengalahkan seleranya Tuhan dalam hal seni.

Ketika aku melihat tayangan-tayangan video di youtube, aku terkagum dengan visual panggung yang keren, penataan lampu, suara dan tarian mereka yang mempesona. Tapi ada beberapa hal yang terkadang kita sebagai fangirling perlu sadari dan ketahui:

Makna dan tujuan setiap karya seni itu penting
Apa arti lagu itu? Untuk apa lagu itu dibuat? Oke, kalau mau cari artinya kan tinggal pakai google translate tapi kalau tujuan lagu itu dibuat gimana cara taunya? Nah. Sudah dibilang diawal yah guys, aku juga suka dengar lagu-lagu sekuler bahkan K-POP. Tiap-tiap orang punya batasannya sendiri

Rabu, 18 Oktober 2017

Kenapa Bisa Galau?

image from www.unsplash.com

Galau bukan hal yang asing ditelinga kita terutama bagi para remaja, istilah galau sering digunakan ketika mereka lagi sedih. Bahkan orang  yang usianya bisa dikatakan dewasa pun, bisa mengalami galau. Aku juga pernah galau, bahkan mungkin akan galau lagi dikemudian hari (haha). Dari galau level 1 sampai level 10 aku pernah mengalaminya. Itu kenapa aku perlu menulis ini, sehingga aku bisa mengingatkan diri aku sendiri.  Bukannya bangga, tapi sekarang aku menyadari kenapa aku diijinkan mengalami pahit-asinnya galau itu.

Kenapa sih kok kita bisa galau?

1.     1.  Allah bukan jadi yang utama
Kita menginginkan hal lain selain kehendak Tuhan, itu alasan utama kenapa galau bisa merundung kita. Memang bukan hal yang mudah menyelaraskan keinginan kita dengan keinginan Tuhan, aku tau

Drama Korea dalam Kehidupan Remaja Kristen

image from www.soompi.com

Jalan cerita yang menarik dan aktor/artis yang rupawan merupakan daya tarik tersendiri dari drama Korea. Hingga saat ini mungkin sudah puluhan drama Korea yang aku tonton. Aku suka menonton drama Korea yang bergenre romantis dan komedi. Semua berawal ketika SMA, drama Korea pertama yang aku sukai adalah Dream High. Drama yang menceritakan tentang pencarian jati diri seorang remaja SMA itu membuatku semangat untuk juga meraih mimpi. Kemudian aku mulai mengidolakan beberapa aktor Korea dan mendengarkan lagu-lagunya berulang-ulang. Terkadang aku begitu tenggelam dalam chemistry yang diperankan oleh dua sejoli di drama tersebut dan mulai berkhayal bagaimana jika aku menjadi sang pemeran utama.

Setelah aku bertobat dan mengenal Kristus secara pribadi, aku masih menyempatkan diri untuk menonton drama Korea diwaktu senggangku. Namun seiring berjalannya waktu aku menyadari ada beberapa hal  tentang drama Korea yang dapat mengganggu pertumbuhan imanku jika aku tidak bijaksana menyikapinya.

Berikut 5 hal akibat menonton drama Korea yang menurutku dapat menggangu pertumbuhan iman:

1.     1.  Kehilangan semangat untuk bersekutu dengan Tuhan
Karena jalan ceritanya yang membuat penasaran aku ingin terus menonton drama Korea sampai

Rabu, 02 Agustus 2017

Ketika Aku Merasa Sepertinya Tuhan Tidak Tau Apa yang Dia Lakukan

Image from www.freepik.com
Pernahkah kamu merasa bahwa Tuhan tidak melakukan sesuatu yang seharusnya Dia lakukan?
Oke, mungkin ini terdengar sangat sesat, tapi aku sering kali merasakannya.
Aku bergumul dalam pikiranku, merasa bahwa aku tau apa yang terbaik untuk diriku. Terkadang aku protes, mengapa Tuhan tidak mengijinkan segala sesuatu berjalan sesuai skenarioku?

Tuhan, apa dia orangnya?
Tuhan, aku rasa dia orang yang tepat.
Tuhan, mengapa dia tidak begini? seharusnya begini... begitu, kan...

Aku tidak tau bagaimana ekspresi Tuhan ketika bekali-kali mendengarkanku seperti itu. Mungkin Dia ingin menutup mulutku sambil berkata, diamlah, kamu tidak tau apa-apa!
Aku sadar, aku sering kali bersikap bahwa Tuhan tidak tau apa-apa. Padahal Dia adalah TUHAN.
Ya, aku tau.

Senin, 31 Juli 2017

Kapan Waktu yang Tepat untuk Pacaran?

Image from www.freepik.com
Kita semua pasti memiliki keinginan. Sebagai manusia yang berupa darah dan daging, munculnya rasa ingin akan sesuatu adalah kewajaran. Kita ingin coklat hangat saat cuaca sedang hujan dan dingin, kita ingin meneguk segelas es jeruk ketika cuaca panas, kita bahkan ingin dipeluk ketika sedang sedih atau membanting pintung ketika sedang marah. Keinginan-keinginan itu ada dalam diri kita dan bahkan kita tidak tau mengapa kita mengingininya. Kita akhirnya sadar, alasan mengapa kita mempunyai keinginan, karena kita adalah manusia. Keinginan itu yang membuat Adam merasa tidak ada satu pun hewan di taman Eden yang sepadan dengan dia, dia perlu sesuatu yang lain. Keinginan juga yang membuat Hawa memakan buah pengetahuan yang baik dan jahat. Ada banyak jenis keinginan, salah satunya keinginan untuk memiliki pacar.
Mari kita bicara dengan jujur. Tidak ada manusia yang tidak menyukai lawan jenis ketika mereka telah akhil balik. Berdasarkan pengalaman saya pribadi, saya mulai menyukai seseorang ketika kelas 3 SD itu berarti ketika saya berumur sekitar 9 tahun. Setiap orang pasti memiliki seseorang yang disukai dan menginginkannya untuk menjadi pacar. Setidaknya itulah yang diajarkan oleh
lingkungan kita ‘Apakah ada yang kamu sukai di kelas? Kamu aneh kalau tidak menyukai siapa pun’ , ‘Aku menyukai dia, karena dia keren dan tinggi, kalau tipemu yang seperti apa?’

Kamis, 13 Juli 2017

Mencintai Manusia yang Berdosa

Kelompok Tumbuh Bersama
Kali ini saya tergerak untuk menulis tentang kasih. Jika ada sebuah pertanyaan 'Bagaimana kita bisa mengasihi seseorang yang sebenarnya tidak layak?' atau pertanyaan 'Apa yang dia lakukan telah membuatku kecewa, aku bahkan sulit untuk menghormatinya. Bagaimana bisa aku mengasihinya?'

Untuk menjawab semua pertanyaan itu, saya perlu waktu untuk merenung dan berpikir keras. Apakah benar-benar ada orang yang layak untuk dicintai? Jawabannya adalah tidak ada. Baik saya maupun anda, kita semua sebenarnya tidak layak untuk dikasihi. Kita adalah manusia yang berdosa. Sebaik apapun kita, pasti ada suatu kesempatan bagi kita untuk berbuat dosa dan menyakiti orang lain.
Tidak ada yang layak.

Namun kita mau mengingat pada pengorbanan Kristus di kayu salib. Dia yang sempurna dan agung rela untuk menunjukkan kasihnya kepada kita yang sangat tidak layak memperolehnya. Kita telah dikasihi dengan kasih yang sempurna.

Lalu mengapa seringkali pertanyaan 'mengapa  aku harus mengasihinya?' seringkali terngiang dipikiran kita? Kita sering kali ingin memilih untuk untuk menyimpan kesalahan orang lain dan mengabaikan mereka. Kita tersakiti dan tidak mampu mengampuni. 

Senin, 13 Maret 2017

3 Hal yang Perlu Dilakukan Ketika Memiliki Gebetan

Sebagai seorang lajang tentunya wajar jika kita akhirnya memiliki gebetan. Ketika kita mulai tertarik pada orang lain, kita pasti ingin tau banyak tentangnya lalu mulai beraksi layaknya FBI dan mulai mengamati dia bahkan mengintip semua sosial medianya. Saya rasa memiliki gebetan bukan hal yang salah. Ketika saya menulis tentang “Tipe” saya tergerak untuk kemudian menuliskan tentang hal ini, yaitu bagaimana jika kita memiliki seratus seorang  gebetan?

Nafsu Jatuh cinta pada pandangan pertama kebanyakan selalu terjadi ketika yang menjadi fokus utama kita adalah fisik. Saya pribadi kurang setuju dengan ungkapan cinta pada pandangan pertama ini karena menurut saya cinta yang akan berdiri teguh tidak sekedar dibangun dari ketampanan atau kecantikan seseorang. Namun tidak menutup kemungkinan jika itu merupakan karunia dari Tuhan kamu jatuh cinta pada pandangan pertama dengan calon pasangan hidupmu lalu menikah dengan dia. Tapi sekali lagi, jatuh cinta karena fisik adalah dasar yang sangat amat rapuh untuk membangun sebuah hubungan.

Inilah tiga hal yang dapat membantumu ketika kamu memiliki gebetan

Perhatikan cara dia bersikap, berbicara dan memperlakukan orang lain

Saya pun akan dengan mudah mengagumi ketampanan seorang pria namun itu hanya sebatas seperti mengagumi sebuah lukisan di sebuah pameran seni. Ya, siapa yang tidak menyukai keindahan? Tuhan menciptakan keindahan di dunia ini (alam, manusia, musik, seni) untuk bisa membuat kita merasa bahagia dan takjub. Namun selayaknya Allah, keindahan sejati tidak dapat dilihat, disentuh, atau di dengar, keindahan sejati dapat kita rasakan melalui hati.

Selasa, 28 Februari 2017

5 Pertanyaan yang Perlu dijawab Ketika Jatuh Cinta Pada yang Berbeda Iman

 
Ilustrasi oleh Lily Elserisa
Aku telah beberapa kali menyukai laki-laki yang berbeda iman dan 2 kali berpacaran dengan mereka. Lingkungan sosialkulah yang membuatku sulit menghindar dari hubungan dengan laki-laki yang berbeda iman denganku. Aku bersekolah negeri sejak taman kanak-kanak hingga kuliah, mayoritas teman-temanku adalah muslim.

Dulu aku beranggapan bahwa tidak salah untuk jatuh cinta dengan mereka yang tidak mengenal Tuhan. Karena bukan salahku jika aku tumbuh besar di lingkungan seperti itu, kan? Aku tumbuh menjadi seorang remaja yang ingin menikmati rasanya dicintai dan mencintai, tidak ada yang bisa menghalangiku saat itu. (Baca cerita lengkapnya disini)

Hingga ketika aku berusia 17 tahun, aku mengalami perjumpaan pribadi dengan Tuhan. Aku mengikuti sebuah retret yang akhirnya mengubah pola pikirku tentang bagaimana seharusnya aku hidup. Namun aku masih memiliki hubungan yang spesial dengan seseorang yang tidak mengenal Kristus.

Hubungan itu terus berlanjut selama 2 tahun. Tidak mudah untuk melepaskan seseorang yang waktu itu kuanggap sebagai cinta pertamaku. Namun seiring berjalannya waktu, Tuhan membentuk karakterku sedemikian rupa hingga membuatku mengerti bahwa hubungan itu tidak dapat berlanjut.

Aku mengerti bagaimana perasaan ketika jatuh cinta dengan mereka yang berbeda iman dan bagaimana sulitnya melupakan dia. Perasaan itu sungguh nyata, namun aku sadar bahwa aku tidak dapat pergi menuju kekekalan dengan terus memeliharanya.

Pertanyaan-pertanyaan di bawah inilah yang membantuku untuk merenung dan mengambil keputusan di dalam hubungan yang rumit itu. Jika kamu juga mengalami apa yang dulu pernah aku alami, semoga pertanyaan-pertanyaan ini dapat membantumu juga.

Selasa, 14 Februari 2017

Single for a Reason


Di hari yang katanya hari kasih sayang ini, aku tidak merasakan sesuatu yang berbeda. Semuanya berjalan seperti hari-hari biasa karena setiap hari aku tau bahwa aku dikasihi oleh Allah dengan kasih yang besar. Butuh waktu yang lama untuk menyadari hal ini, dulu aku orang yang kurang percaya diri. Meskipun kadang pernah merasa nobody doesn’t want me to be his wife tapi itu nggak sesering dulu. Ketika pemikiran itu muncul, Tuhan selalu menunjukkan bahwa diriku berharga dimata-Nya dan tidak membutuhkan seorang pria untukku mengetahui hal itu. Dalam masa lajang ini aku diajak untuk semakin mengenal kasih Allah dan itulah yang menunjukkan nilai diriku, yaitu bagaimana Allah melihatku. Pengorbanan Kristus di kayu saliblah kisah cinta terindah dijagat raya. Bagiku, dan aku percaya bagi setiap orang percaya yang mengalami Kristus dalam hidupnya pasti mengetahui hal ini. Tidak ada yang bisa menyamai damai yang Dia beri. Baik itu harta kekayaan maupun suami atau istri idaman, semuanya itu hanya secuil berkat dari Tuhan. Namun sumber sukacita sejati bukan berasal dari itu semua, sumber sukacita sejati berasal dari persekutuan dengan Tuhan. 

Dalam masa lajang ini aku menyadari bahwa Tuhan memiliki sebuah alasan mengapa aku harus melewatinya yaitu untuk menjadi semakin serupa dengan Dia dan menjadi berkat. Aku tidak akan pernah bahagia ketika memiliki pacar jika aku tidak bahagia ketika aku sedang melajang. Meskipun begitu, sering kali terlintas dibenakku ketika melihat orang lain membina sebuah hubungan yang serius aku berkata dalam hati “Ya Tuhan, giliranku kapan?”

Selasa, 07 Februari 2017

Tipe

photo by Noni Elina

Menjadi seorang jomblo selama 6 tahun bukanlah perkara mudah. Tapi bukan berarti itu tidak menyenangkan ya. Saya meyakini setiap orang memiliki pergumulan masing-masing, dengan memiliki pacar atau pun menikah, bukan berarti menyelesaikan semua masalah dalam hidup kita. Karena tujuan dari itu semua sama: pembentukan karakter kita.

Yap, setiap orang pasti memiliki masalah, entah itu jomblo, pacaran, bahkan menikah. Seni dalam menikmati setiap fase itulah yang penting. Dalam masa jomblo ini saya mengalami banyak sekali pengalaman yang luar biasa dengan Tuhan. Sebenarnya sedikit enggan untuk membahas hal ini, tapi saya tidak bisa menyimpan berkat ini sendiri. Tjieh

Jadi, selama 6 tahun Tuhan mendidik saya untuk bergantung pada Dia. Selama enam tahun itu saya jatuh cinta, patah hati, move on, dan akhirnya sekarang, tengah menanti sembari membenah diri. Tjieh lagi

Nah, selama penantian inilah saya dibentuk oleh Tuhan untuk menjadi seorang pasangan yang sepadan bagi dia (yang sampai sekarang saya masih gak tau siapa). Dalam masa pembentukan ini, saya masih jatuh bangun sih. Masih suka ngeyel dan susah diajar, well tapi saya mau terus berubah. Bukan hanya demi pasangan di masa depan, tapi terutama untuk Tuhan yang ingin saya semakin serupa dengan Dia.

Oke, saya rasa itu pembukaan yang terlalu panjang.

 Sebenarnya saya ingin membicarakan tentang tipe, yakni kriteria yang dimiliki untuk pasangan hidup. Saya punya tipe pasangan hidup yang menurut saya ideal (tapi nggak mau bocorin disini).

Selasa, 31 Januari 2017

Celotehan Tengah Malam Ketika Mata Ini Enggan Terlelap

Sudah lama rasanya saya tidak bercerita atau menulis opini di blog ini. Ada banyak kesibukan meski itu sebenarnya tidak bisa dijadikan alasan. Ada banyak target yang ingin dicapai, ada banyak mimpi yang ingin diraih. Salah satunya menekuni bidang tulis menulis. Namun pada suatu titik saya menyadari bahwa saya adalah orang yang moody. Sangat tergantung pada mood untuk menjadi produktif dalam menulis.

Pernahkah kamu merasa berdosa karena tidak melakukan sesuatu dengan maksimal?

Saya sering merasakannya. Bukannya ingin sok bisa segalanya, tetapi saya yang berusia 23 tahun 2 bulan ini masih belum bisa menemukan dengan jelas apa potensi dirinya. Mungkin karena terlalu banyak yang saya sukai dan lakukan, sehingga saya tidak begitu tau apa yang hal yang benar-benar baik jika saya lakukan. Sesuatu hal yang tidak ada yang bisa melakukannya seperti saya. Nah. Hal apakah itu?

Kamis, 22 Desember 2016

Perjalanan Iman: Nyaris Tidak Kuliah dan Pengangguran


Kalau mau mengingat masa lalu, dulu saya orang yang nyaris tidak kuliah lho. Jadi di tahun 2011, saya dan Nona mencoba program beasiswa ke universitas idaman masing-masing. Tapi saya gak keterima dan Nona keterima. Kami memang mendaftar di universitas yang berbeda waktu itu. Sedih banget rasanya membayangkan saya gak bisa kuliah. Lalu ayah saya menawarkan untuk ikut SNMPTN (seleksi penerimaan mahasiswa untuk memasuki perguruan tinggi negeri yang dilaksanakan serentak seluruh Indonesia) yang waktunya pelaksanaannya kurang dari 2 minggu lagi. Saya pun mendaftar, membeli buku tes SNMPTN di gramedia dan belajar selama waktu yang tersisa. Bagaimana jika saya tidak lolos SNMPTN? Saya akan bekerja menggunakan ijasah SMK jurusan multimedia. Ya, karena kalau harus ikut biaya mandiri biayanya akan jauh lebih mahal.
Saya benar-benar pasrah pada Tuhan. Sebagai lulusan SMK saya tidak begitu tau pelajaran IPS  (jurusan yang saya pilih termasuk kategori IPS) karena di SMK fokus mempelajari kompetensi keahlian. Saya ingat waktu menangis di pelukan ayah saya karena saya tidak juga bisa mengerti soal matematika yang saya pelajari.

Namun dalam ketakutan dan kehawatiran itu iman saya diuji.

Selama masa belajar itu saya menulis di halaman paling belakang buku saya: Noni Elina Kristiani Sasrjana Sastra 2015. Semacam ungkapan iman dari diri saya. Saya rasa hanya karena kemurahan Tuhanlah saya bisa lolos SNMPTN saat itu. Saya akhirnya belajar bagaimana harus berserah kepada-Nya.

Selasa, 15 November 2016

Pacarku Tidak Seiman, dan Tuhan Mengingatkanku dengan Cara yang Tidak Terduga Ini

Aku mendambakan memiliki pacar sejak duduk di kelas 4 Sekolah Dasar. Sebagai seorang gadis yang sejak kecil menempuh pendidikan di Sekolah Negeri, sangat sulit bagiku untuk menemukan teman sepermainan yang seiman. Mulai dari aku duduk di Taman Kanak-Kanak hingga masuk ke Sekolah Menengah Kejuruan, aku hanya menemui teman-teman Kristen seminggu sekali di gereja. Mungkin itu alasan mengapa akhirnya ketika aku mulai mengenal istilah ‘jatuh cinta’, orang yang menarik perhatianku selalu teman lelaki yang berbeda agama.
Selain itu, mungkin karena diriku yang pemalu dan kutu buku, tidak ada seorang teman lelaki yang mendekatiku. Pada akhirnya, aku hanya bisa menjadi seorang pengagum rahasia. Hingga suatu hari saat aku duduk di Sekolah Menengah Kejuruan, ada seorang siswa dari jurusan yang berbeda denganku yang melakukan PDKT (pendekatan) terhadapku.
Zainul* adalah seorang laki-laki yang tinggi dan atletis, dan bulu matanya juga membuat para gadis iri melihatnya. Aku diam-diam telah tertarik kepadanya sejak masa orientasi sekolah, dan kami akhirnya resmi pacaran ketika kami duduk di kelas 11.

Sabtu, 22 Oktober 2016

Tips Move On dan Ciri-ciri Orang yang Sudah Move on

Patah hati pasti pernah dialami semua orang. Dari patah hati ringan sampai patah hati parah. Patah hati ada yang tinggal sejenak namun ada juga yang membekas sampai beberapa tahun. Setiap orang memiliki proses melupakannya sendiri. Namun bagaimana jika proses itu tidak berlalu sia-sia tapi kita bisa menarik pelajaran di dalamnya?

Berikut beberapa tips dari orang yang berlagak sering patah hati (padahal enggak) hanya seorang gadis yang ingin berbagi dan berharap tidak banyak lagi korban 'gagal move on' di dunia ini.

1. Jujur sama diri sendiri
Jika kita menunda untuk menangis hari ini, kita akan menangis suatu saat nanti dengan alasan yang sama. 
Kebanyakan kita yang patah hati tidak mau mengakui seberapa besar kekecewaan kita. Kita sibuk menjaga image supaya terlihat tegar dan baik-baik saja. Kita takut dikasihani oleh teman-teman kita, bahkan kita nggak mau mengasihani diri sendiri. Bukannya mau mengajarkan untuk rendah diri, tapi ketika kita mau jujur dan menerima emosi itu maka akan memudahkan kita untuk untuk kemudian pulih dari sakit hati. Jika kita membohongi diri sendiri maka emosi itu suatu saat akan datang lagi dan menghantui kita. 
Hadapi patah hatimu hingga kamu muak akan patah hati itu dan menyadari betapa kamu telah banyak menghabiskan waktu. It's OK to not be OK. We all have struggles. God loves you for who you are, but too much to leave you that way. :)

Senin, 17 Oktober 2016

Nafa Urbach dan kabar perselingkuhan suaminya



sumber: www.bintang.com
Saat tulisan ini dibuat, kabar tentang perselingkuhan suami dari artis Nafa Urbach tengah merebak di media sosial. Suaminya yang juga artis itu didapati sedang bermesraan dengan wanita lain yang kemudian diunggah di instagram.

Berikut kalimat yang dituliskan oleh Nafa Urbach dan diunggah Jumat (14/10/2016).

haii teman teman , hari ini saya banyak dpt Wa dan tlp , sy gak bs jwb satu satu , saya cmn akan bilang di IG saja supaya bs jelas , yaa benar suami sy dlm masa kejatuhannya ,
ada yg nanya emang nafa gak tau ? tentu saya tauu dengan siapa dan dimana saya tau semuaa , cuma kembali lagi ke Tuhan , klo banyak yg nanya kenapa sih gak di tinggalkan saja , sy akan bilang kasiaan , klo sy tinggalkan dia siapa yg akan doakan Dia ,
kdng kita cuma mau dl keadaan senang saja dlm pernikahan tp pd saat susah kt akan mengambil jalan pintas bercerai atau pisah , tp ada satu cara yg saya pilih saat ini yaitu berdoaa buat dia dan