Tampilkan postingan dengan label Pasangan Hidup. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pasangan Hidup. Tampilkan semua postingan

Selasa, 13 April 2021

Kau adalah




Kau adalah yang mampu menyelami luasnya kedalaman hayalku. Menjelajahi liar dan tajamnya belantara pikirku. 
Teman menatap langit yang penuh dengan bintang dan heran mengapa kita tidak pernah bisa bosan. 
Kau adalah kekuatan yang terbungkus dalam bingkai kelembutan.
Kau adalah yang sabar tetapi juga tegas ketika ego mulai menguasaiku. 
Di saat matahari mulai bersinar di ujung timur pantai, kau adalah senyum yang aku inginkan ada di sampingku untuk merangkum semuanya. 
Kau adalah lagu yang akan selalu aku nyanyikan di hari yang hujan. Besi untukku mengasah diri. 
Kau adalah seteguk teh hangat yang memeluk perutku ketika kedinginan. Kasih yang mengingatkanku akan betapa murah hatinya Tuhan. 

Senin, 20 Mei 2019

Fokus


"Noni saudaramu sudah menikah loh, kamu kapan? Kamu nggak kepengen menikah ta?" 
Tanya seorang teman kepadaku. Pertanyaan klise yang sudah beberapa kali aku terima.
"Ya kepengen, lah... Cuma ya belum." 
"Kapan?"


Kapan.
Sebuah kata yang akhir-akhir ini begitu akrab di telinga. Bagaimana mungkin aku bisa menjawab pertanyaan yang hanya Tuhan yang tahu jawabannya? Dalam sebuah perjalanan aku telah berdamai dengan kata kapan. Berusaha berteman dengan kata itu dan menikmati jawaban yang tak kunjung ditemukan.


Satu hal yang aku ketahui pasti, Allah yang memegang kendali atas waktu, rencana-Nya sempurna. Aku tidak perlu mengetahui kapan tepatnya atau bahkan siapa. Aku hanya perlu percaya.

"Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan."
Yeremia 29:11

Rabu, 02 Mei 2018

Fenomena #Temantapimenikah dan Nilai-nilai Iman Kristen

Photo from www.layar.id

Setelah film Dilan, film yang saat ini sedang hangat diperbincangkan adalah film Teman tapi Menikah. Film yang diangkat dari kisah nyata artis Ayudia Bing Slamet dan sahabatnya Ditto ini berhasil membuat banyak orang yang menonton baper. Selain itu, pemeran utama dalam film ini adalah Vanesha Prescilla seorang artis pendatang baru yang sebelumnya berperan sebagai Milea di film Dilan. Ada pro-kontra yang disampaikan oleh netizen di sosial media terkait dengan siapa visual couple terbaik, Iqball & Vanesha atau Adipati & Vanesha. Namun tentu saja tulisan ini tidak sedang ingin membahas hal itu, melainkan tentang apakah fenomena #TemantapiMenikah ini selaras dengan nilai-nilai Kristiani.

Gary Thomas seorang penulis dan pembicara Kristen dalam bukunya The Sacred Search mengatakan bahwa persahabatan adalah jantung relasional yang memompa darah dalam pernikahan. Dan, meskipun orang seringkali tertarik satu sama lain karena chemistry seksual, pasangan suami istri sebenarnya menghabiskan waktu menjadi seorang sahabat 95% lebih banyak daripada menjadi seorang pasangan seksual. Hal ini dikarenakan chemistry seksual naik turun dengan liar dan tak teratur dari pada persahabatan relasional, yang biasanya bertumbuh semakin mendalam seiring berjalannya waktu.

Rabu, 03 Januari 2018

Bagaimana Orang yang Tepat Seharusnya?

image from www.unsplash.com

Bagaimana sih definisi yang tepat untuk menjelaskan tentang ‘orang yang tepat’ itu?
Apakah orang yang membawa kita semakin dekat dengan Tuhan?

Tapi bukannya untuk dekat dengan Tuhan itu sebenarnya adalah tanggung jawab kita masing-masing? ‘Orang yang tepat’ bukan berperan sebagai orang tua rohani kita. Bukan. Karena jika begitu, pasti akan ada yang berperan menjadi anak-anak. Dan seperti yang kita tau, anak-anak akan tumbuh dewasa dan meninggalkan orang tuanya. Tidak dengan pasangan hidup. Pasangan hidup bukan orang tua kita.
Aku setuju jika orang yang tepat adalah orang yang mau diajak bersama-sama bertumbuh ke arah Tuhan, selama hidupnya.

Bayangkan seseorang yang akan selalu bersamamu. Seseorang yang masakannya akan selalu kamu nikmati. Seseorang yang bau keringatnya akan selalu kamu hirup. Seseorang yang akan kamu lihat dimana pun disekitar rumah. Seseorang yang akan membesarkan anak-anak bersamamu. Seseorang yang bersamanya kamu akan menua dan tinggal bersama meskipun tidak ada lagi romantisme dan bunga-bunga asmara!

Kamis, 30 November 2017

Dear No One

Ketika aku mengalami pengalaman bersama Allah, aku selalu bertanya-tanya bagaimana pengalamanmu bersama Allah.

Aku berdoa untukmu, semoga kau menyadari bahwa kau tidak pernah sendirian.
Ketika kau menangis disudut ruangan kamar.
Ketika kau tertawa bersama rekan-rekanmu.
Aku berdoa supaya kau mengalami kasih-Nya yang memuaskan.
Aku berdoa supaya Kau menjadi penuh dan utuh di dalam Allah saja.

Aku ingin kau tau bahwa bagiku tidak masalah jika harus menunggu.
Kurasa kita juga sama-sama setuju.
Bahwa waktu adalah sepenuhnya ada ditangan Allah.
Bahwa rencananya selalu sempurna.
Aku berdoa supaya kita menantikan pimpinan Allah.
Untuk tinggal diam dan mendengar suara-Nya.

Rabu, 02 Agustus 2017

Ketika Aku Merasa Sepertinya Tuhan Tidak Tau Apa yang Dia Lakukan

Image from www.freepik.com
Pernahkah kamu merasa bahwa Tuhan tidak melakukan sesuatu yang seharusnya Dia lakukan?
Oke, mungkin ini terdengar sangat sesat, tapi aku sering kali merasakannya.
Aku bergumul dalam pikiranku, merasa bahwa aku tau apa yang terbaik untuk diriku. Terkadang aku protes, mengapa Tuhan tidak mengijinkan segala sesuatu berjalan sesuai skenarioku?

Tuhan, apa dia orangnya?
Tuhan, aku rasa dia orang yang tepat.
Tuhan, mengapa dia tidak begini? seharusnya begini... begitu, kan...

Aku tidak tau bagaimana ekspresi Tuhan ketika bekali-kali mendengarkanku seperti itu. Mungkin Dia ingin menutup mulutku sambil berkata, diamlah, kamu tidak tau apa-apa!
Aku sadar, aku sering kali bersikap bahwa Tuhan tidak tau apa-apa. Padahal Dia adalah TUHAN.
Ya, aku tau.

Senin, 31 Juli 2017

Kapan Waktu yang Tepat untuk Pacaran?

Image from www.freepik.com
Kita semua pasti memiliki keinginan. Sebagai manusia yang berupa darah dan daging, munculnya rasa ingin akan sesuatu adalah kewajaran. Kita ingin coklat hangat saat cuaca sedang hujan dan dingin, kita ingin meneguk segelas es jeruk ketika cuaca panas, kita bahkan ingin dipeluk ketika sedang sedih atau membanting pintung ketika sedang marah. Keinginan-keinginan itu ada dalam diri kita dan bahkan kita tidak tau mengapa kita mengingininya. Kita akhirnya sadar, alasan mengapa kita mempunyai keinginan, karena kita adalah manusia. Keinginan itu yang membuat Adam merasa tidak ada satu pun hewan di taman Eden yang sepadan dengan dia, dia perlu sesuatu yang lain. Keinginan juga yang membuat Hawa memakan buah pengetahuan yang baik dan jahat. Ada banyak jenis keinginan, salah satunya keinginan untuk memiliki pacar.
Mari kita bicara dengan jujur. Tidak ada manusia yang tidak menyukai lawan jenis ketika mereka telah akhil balik. Berdasarkan pengalaman saya pribadi, saya mulai menyukai seseorang ketika kelas 3 SD itu berarti ketika saya berumur sekitar 9 tahun. Setiap orang pasti memiliki seseorang yang disukai dan menginginkannya untuk menjadi pacar. Setidaknya itulah yang diajarkan oleh
lingkungan kita ‘Apakah ada yang kamu sukai di kelas? Kamu aneh kalau tidak menyukai siapa pun’ , ‘Aku menyukai dia, karena dia keren dan tinggi, kalau tipemu yang seperti apa?’

Senin, 13 Maret 2017

3 Hal yang Perlu Dilakukan Ketika Memiliki Gebetan

Sebagai seorang lajang tentunya wajar jika kita akhirnya memiliki gebetan. Ketika kita mulai tertarik pada orang lain, kita pasti ingin tau banyak tentangnya lalu mulai beraksi layaknya FBI dan mulai mengamati dia bahkan mengintip semua sosial medianya. Saya rasa memiliki gebetan bukan hal yang salah. Ketika saya menulis tentang “Tipe” saya tergerak untuk kemudian menuliskan tentang hal ini, yaitu bagaimana jika kita memiliki seratus seorang  gebetan?

Nafsu Jatuh cinta pada pandangan pertama kebanyakan selalu terjadi ketika yang menjadi fokus utama kita adalah fisik. Saya pribadi kurang setuju dengan ungkapan cinta pada pandangan pertama ini karena menurut saya cinta yang akan berdiri teguh tidak sekedar dibangun dari ketampanan atau kecantikan seseorang. Namun tidak menutup kemungkinan jika itu merupakan karunia dari Tuhan kamu jatuh cinta pada pandangan pertama dengan calon pasangan hidupmu lalu menikah dengan dia. Tapi sekali lagi, jatuh cinta karena fisik adalah dasar yang sangat amat rapuh untuk membangun sebuah hubungan.

Inilah tiga hal yang dapat membantumu ketika kamu memiliki gebetan

Perhatikan cara dia bersikap, berbicara dan memperlakukan orang lain

Saya pun akan dengan mudah mengagumi ketampanan seorang pria namun itu hanya sebatas seperti mengagumi sebuah lukisan di sebuah pameran seni. Ya, siapa yang tidak menyukai keindahan? Tuhan menciptakan keindahan di dunia ini (alam, manusia, musik, seni) untuk bisa membuat kita merasa bahagia dan takjub. Namun selayaknya Allah, keindahan sejati tidak dapat dilihat, disentuh, atau di dengar, keindahan sejati dapat kita rasakan melalui hati.

Selasa, 28 Februari 2017

5 Pertanyaan yang Perlu dijawab Ketika Jatuh Cinta Pada yang Berbeda Iman

 
Ilustrasi oleh Lily Elserisa
Aku telah beberapa kali menyukai laki-laki yang berbeda iman dan 2 kali berpacaran dengan mereka. Lingkungan sosialkulah yang membuatku sulit menghindar dari hubungan dengan laki-laki yang berbeda iman denganku. Aku bersekolah negeri sejak taman kanak-kanak hingga kuliah, mayoritas teman-temanku adalah muslim.

Dulu aku beranggapan bahwa tidak salah untuk jatuh cinta dengan mereka yang tidak mengenal Tuhan. Karena bukan salahku jika aku tumbuh besar di lingkungan seperti itu, kan? Aku tumbuh menjadi seorang remaja yang ingin menikmati rasanya dicintai dan mencintai, tidak ada yang bisa menghalangiku saat itu. (Baca cerita lengkapnya disini)

Hingga ketika aku berusia 17 tahun, aku mengalami perjumpaan pribadi dengan Tuhan. Aku mengikuti sebuah retret yang akhirnya mengubah pola pikirku tentang bagaimana seharusnya aku hidup. Namun aku masih memiliki hubungan yang spesial dengan seseorang yang tidak mengenal Kristus.

Hubungan itu terus berlanjut selama 2 tahun. Tidak mudah untuk melepaskan seseorang yang waktu itu kuanggap sebagai cinta pertamaku. Namun seiring berjalannya waktu, Tuhan membentuk karakterku sedemikian rupa hingga membuatku mengerti bahwa hubungan itu tidak dapat berlanjut.

Aku mengerti bagaimana perasaan ketika jatuh cinta dengan mereka yang berbeda iman dan bagaimana sulitnya melupakan dia. Perasaan itu sungguh nyata, namun aku sadar bahwa aku tidak dapat pergi menuju kekekalan dengan terus memeliharanya.

Pertanyaan-pertanyaan di bawah inilah yang membantuku untuk merenung dan mengambil keputusan di dalam hubungan yang rumit itu. Jika kamu juga mengalami apa yang dulu pernah aku alami, semoga pertanyaan-pertanyaan ini dapat membantumu juga.

Selasa, 14 Februari 2017

Single for a Reason


Di hari yang katanya hari kasih sayang ini, aku tidak merasakan sesuatu yang berbeda. Semuanya berjalan seperti hari-hari biasa karena setiap hari aku tau bahwa aku dikasihi oleh Allah dengan kasih yang besar. Butuh waktu yang lama untuk menyadari hal ini, dulu aku orang yang kurang percaya diri. Meskipun kadang pernah merasa nobody doesn’t want me to be his wife tapi itu nggak sesering dulu. Ketika pemikiran itu muncul, Tuhan selalu menunjukkan bahwa diriku berharga dimata-Nya dan tidak membutuhkan seorang pria untukku mengetahui hal itu. Dalam masa lajang ini aku diajak untuk semakin mengenal kasih Allah dan itulah yang menunjukkan nilai diriku, yaitu bagaimana Allah melihatku. Pengorbanan Kristus di kayu saliblah kisah cinta terindah dijagat raya. Bagiku, dan aku percaya bagi setiap orang percaya yang mengalami Kristus dalam hidupnya pasti mengetahui hal ini. Tidak ada yang bisa menyamai damai yang Dia beri. Baik itu harta kekayaan maupun suami atau istri idaman, semuanya itu hanya secuil berkat dari Tuhan. Namun sumber sukacita sejati bukan berasal dari itu semua, sumber sukacita sejati berasal dari persekutuan dengan Tuhan. 

Dalam masa lajang ini aku menyadari bahwa Tuhan memiliki sebuah alasan mengapa aku harus melewatinya yaitu untuk menjadi semakin serupa dengan Dia dan menjadi berkat. Aku tidak akan pernah bahagia ketika memiliki pacar jika aku tidak bahagia ketika aku sedang melajang. Meskipun begitu, sering kali terlintas dibenakku ketika melihat orang lain membina sebuah hubungan yang serius aku berkata dalam hati “Ya Tuhan, giliranku kapan?”

Selasa, 07 Februari 2017

Tipe

photo by Noni Elina

Menjadi seorang jomblo selama 6 tahun bukanlah perkara mudah. Tapi bukan berarti itu tidak menyenangkan ya. Saya meyakini setiap orang memiliki pergumulan masing-masing, dengan memiliki pacar atau pun menikah, bukan berarti menyelesaikan semua masalah dalam hidup kita. Karena tujuan dari itu semua sama: pembentukan karakter kita.

Yap, setiap orang pasti memiliki masalah, entah itu jomblo, pacaran, bahkan menikah. Seni dalam menikmati setiap fase itulah yang penting. Dalam masa jomblo ini saya mengalami banyak sekali pengalaman yang luar biasa dengan Tuhan. Sebenarnya sedikit enggan untuk membahas hal ini, tapi saya tidak bisa menyimpan berkat ini sendiri. Tjieh

Jadi, selama 6 tahun Tuhan mendidik saya untuk bergantung pada Dia. Selama enam tahun itu saya jatuh cinta, patah hati, move on, dan akhirnya sekarang, tengah menanti sembari membenah diri. Tjieh lagi

Nah, selama penantian inilah saya dibentuk oleh Tuhan untuk menjadi seorang pasangan yang sepadan bagi dia (yang sampai sekarang saya masih gak tau siapa). Dalam masa pembentukan ini, saya masih jatuh bangun sih. Masih suka ngeyel dan susah diajar, well tapi saya mau terus berubah. Bukan hanya demi pasangan di masa depan, tapi terutama untuk Tuhan yang ingin saya semakin serupa dengan Dia.

Oke, saya rasa itu pembukaan yang terlalu panjang.

 Sebenarnya saya ingin membicarakan tentang tipe, yakni kriteria yang dimiliki untuk pasangan hidup. Saya punya tipe pasangan hidup yang menurut saya ideal (tapi nggak mau bocorin disini).

Selasa, 15 November 2016

Pacarku Tidak Seiman, dan Tuhan Mengingatkanku dengan Cara yang Tidak Terduga Ini

Aku mendambakan memiliki pacar sejak duduk di kelas 4 Sekolah Dasar. Sebagai seorang gadis yang sejak kecil menempuh pendidikan di Sekolah Negeri, sangat sulit bagiku untuk menemukan teman sepermainan yang seiman. Mulai dari aku duduk di Taman Kanak-Kanak hingga masuk ke Sekolah Menengah Kejuruan, aku hanya menemui teman-teman Kristen seminggu sekali di gereja. Mungkin itu alasan mengapa akhirnya ketika aku mulai mengenal istilah ‘jatuh cinta’, orang yang menarik perhatianku selalu teman lelaki yang berbeda agama.
Selain itu, mungkin karena diriku yang pemalu dan kutu buku, tidak ada seorang teman lelaki yang mendekatiku. Pada akhirnya, aku hanya bisa menjadi seorang pengagum rahasia. Hingga suatu hari saat aku duduk di Sekolah Menengah Kejuruan, ada seorang siswa dari jurusan yang berbeda denganku yang melakukan PDKT (pendekatan) terhadapku.
Zainul* adalah seorang laki-laki yang tinggi dan atletis, dan bulu matanya juga membuat para gadis iri melihatnya. Aku diam-diam telah tertarik kepadanya sejak masa orientasi sekolah, dan kami akhirnya resmi pacaran ketika kami duduk di kelas 11.

Sabtu, 22 Oktober 2016

Tips Move On dan Ciri-ciri Orang yang Sudah Move on

Patah hati pasti pernah dialami semua orang. Dari patah hati ringan sampai patah hati parah. Patah hati ada yang tinggal sejenak namun ada juga yang membekas sampai beberapa tahun. Setiap orang memiliki proses melupakannya sendiri. Namun bagaimana jika proses itu tidak berlalu sia-sia tapi kita bisa menarik pelajaran di dalamnya?

Berikut beberapa tips dari orang yang berlagak sering patah hati (padahal enggak) hanya seorang gadis yang ingin berbagi dan berharap tidak banyak lagi korban 'gagal move on' di dunia ini.

1. Jujur sama diri sendiri
Jika kita menunda untuk menangis hari ini, kita akan menangis suatu saat nanti dengan alasan yang sama. 
Kebanyakan kita yang patah hati tidak mau mengakui seberapa besar kekecewaan kita. Kita sibuk menjaga image supaya terlihat tegar dan baik-baik saja. Kita takut dikasihani oleh teman-teman kita, bahkan kita nggak mau mengasihani diri sendiri. Bukannya mau mengajarkan untuk rendah diri, tapi ketika kita mau jujur dan menerima emosi itu maka akan memudahkan kita untuk untuk kemudian pulih dari sakit hati. Jika kita membohongi diri sendiri maka emosi itu suatu saat akan datang lagi dan menghantui kita. 
Hadapi patah hatimu hingga kamu muak akan patah hati itu dan menyadari betapa kamu telah banyak menghabiskan waktu. It's OK to not be OK. We all have struggles. God loves you for who you are, but too much to leave you that way. :)

Senin, 17 Oktober 2016

Nafa Urbach dan kabar perselingkuhan suaminya



sumber: www.bintang.com
Saat tulisan ini dibuat, kabar tentang perselingkuhan suami dari artis Nafa Urbach tengah merebak di media sosial. Suaminya yang juga artis itu didapati sedang bermesraan dengan wanita lain yang kemudian diunggah di instagram.

Berikut kalimat yang dituliskan oleh Nafa Urbach dan diunggah Jumat (14/10/2016).

haii teman teman , hari ini saya banyak dpt Wa dan tlp , sy gak bs jwb satu satu , saya cmn akan bilang di IG saja supaya bs jelas , yaa benar suami sy dlm masa kejatuhannya ,
ada yg nanya emang nafa gak tau ? tentu saya tauu dengan siapa dan dimana saya tau semuaa , cuma kembali lagi ke Tuhan , klo banyak yg nanya kenapa sih gak di tinggalkan saja , sy akan bilang kasiaan , klo sy tinggalkan dia siapa yg akan doakan Dia ,
kdng kita cuma mau dl keadaan senang saja dlm pernikahan tp pd saat susah kt akan mengambil jalan pintas bercerai atau pisah , tp ada satu cara yg saya pilih saat ini yaitu berdoaa buat dia dan