Minggu, 31 Juli 2016

Bagaimana Jika Aku Sudah Tidak Perawan?

Keperawan menjadi hal yang tidak tabu lagi dibicarakan saat ini. Jika kita mau menyelami dunia remaja-pemuda, melihat lebih jeli dan mendengar lebih tajam, banyak sekali wanita yang sebenarnya telah terjatuh dalam kondisi 'tidak perawan'. Alasannya pasti klise, karena kebablasan, tidak bisa menahan nafsu, kencan dengan orang yang salah dan anehnya bisa ada yang bilang itu merupakan ketidakseengajaan. 

Sebenarnya tulisan ini bukan tentang mengapa hal itu bisa terjadi, itu sudah pasti karena tidak adanya Allah dalam hidup wanita-wanita yang kehilangan keperawanannya. Tapi jika itu adalah dirimu, saya tidak sedang ingin menghakimimu, tidak sama sekali... Adalah bohong jika saya berkata bahwa saya tau bagaimana rasanya berada dalam kondisi tidak perawan dan dicampakan. Tidak saya tidak bisa tau bagaimana rasanya. 

Senin, 18 Juli 2016

Drama Korea

Beberapa drama korea yang pernah aku tonton nih.
Diantara semua penyuka drama Korea, saya adalah salah satunya. Ya ya ya, memang drama Korea selalu diidentikkan dengan romantisme berlebihan dan cerita yang kadang kurang logis. Saya juga menanyakan beberapa orang yang mengaku bahwa suka nonton drama Korea karena aktornya yang tampan-tampan. Setiap orang punya cara sendiri untuk menghabiskan waktu luangnya.

Pertanyaan yang sering saya tanyakan pada diri sendiri ketika menonton drama-drama itu adalah:
1.Apakah nilai-nilai di drama korea menjadi nilai-nilai yang kamu lakukan di dalam hidupmu?
Jangan pernah menggantikan ajaran-ajaran Alkitab dengan ajaran dunia. Milikilah hikmat dalam menonton, mana adegan yang tidak patut ditiru dan mana yang bisa diambil hikmahnya.

2. Apakah waktu menontonmu menjadikan penghalang kamu untuk menghabiskan waktu dengan orang-orang terdekat? Adakah kamu menjadi apatis sehingga mengabaikan keluarga dan teman2mu ketika asik nonton drama? Ingat bahwa Allah ingin kita jadi berkat buat orang lain. 

3. Apakah kamu memiliki waktu yang berkualitas untuk tetap membaca Alkitab dan berdoa ketika kamu nonton drama korea? Pernah nggak siiih, ngerasa antusias ketika episode drakor favorite keluar tapi apa seantusias itu ketika ada yang ngajakin PA (pendalaman Alkitab)?

Jumat, 13 Mei 2016

Bersyukurlah kamu yang belum pernah pacaran

Langsung saja ya, tulisan ini terinspirasi ketika saya melihat status mantan di facebook yang awalnya pacaran dengan- menjadi bertunangan dengan- . Sebenarnya ini bukan tulisan galau. Bukan, oke. Hanya sebuah cermin yang saya gunakan untuk akhirnya menyadari "ah... Andai saja saya tidak pacaran waktu itu..."
Dia adalah pacar saya waktu SMK tepatnya 6 tahun yang lalu. Jujur dia pacar terakhir saya sampai saat ini. Yup! Saya sudah menjomblo 6 tahuuuun. Bukan karena belum bisa move on lho ya. Bukan karena saya belum bisa ngelupain dia juga. Bukan! Alasan klise yang sangat penting: kita beda iman.
Kita putus baik-baik.
Aku yang mutusin duluan. (Gak penting ya kayaknya ini disebutin)
To be honest, se honest-honestnya, saya sudah tidak memiliki perasaan apapun sama dia, sudah lama saya move on dari cinta monyet itu.
Tapi, ternyata meskipun perasaan sudah hilang, ingatan tetap nempel! Ini kenapa saya bilang diawal bahwa bersyukurlah kamu yang belum pernah pacaran sampai saat ini.
Karena kelak, kamu yang meskipun sudah gak punya perasaan apa-apa sama mantanmu, tapi akan (tetap) sedikit baper (bawa perasaan) ketika tau dia akan menikah dengan orang pilihannya.
Mungkin kamu bertanya "ah masa sih?"

Rabu, 09 Maret 2016

Artis Gereja

“Artis Gereja”
Tulisan ini dibuat bukan untuk dengan sengaja menegur orang lain, sebenarnya ini hanya untuk membantu saya untuk tidak menjadi  seperi judul tulisan ini. Sederhananya, tulisan ini untuk saya, bukan untuk anda, tapi jika ada yang diberkati dengan tulisan ini, saya bersyukur.
Saya hanya pernah mendengar kata artis berkumandang ditelinga saya ketika di gereja. Dan saya mulai berpikir, oh ternyata ada orang yang menganggap orang lain artis? Mengapa bisa dikatakan seperti itu, artis seperti apa yang dimaksud dan mengapa ada di gereja?
Pelayanan memiliki banyak bentuk dan yang paling mudah dilihat adalah pelayanan di atas altar, seperti bermain musik, pemimpin pujian, singers, paduan suara, penari tambourine, kuayer (tulisannya bener gak?) dll. Nah, ternyata pelayanan ini tak disangka mengundang anggapan bahwa pelayan-pelayan tersebut seperti artis. Mungkin karena memang pelayanan ini merupakan pelayanan yang menggunakan seni/art ya?
Jika dibandingkan dengan artis yang memiliki arti seperti mereka yang bekerja dilayar televisi tentu saja pelayanan di gereja harusnya tidak bisa disamakan seperti itu. Seperti suku katanya PELAYAN yang seharusnya memiliki arti bahwahan, pembantu, kata kasarnya ‘jongos’ yang bahkan ga layak dapet pujian karena memang sudah tugasnya melayani.
Sedikit miris rasanya bila di gereja ada orang yang beranggapan bahwa pelayanan adalah ajang menjadi artis (tentu saja dengan lingkup kecil) atau ada yang menganggap (tanpa sadar) dirinya artis dengan melakukan pelayanan ibadah di gereja.
Jika tidak keberatan, bolehkah saya memberi sedikit contoh bagaimana ‘artis gereja’ di gambarkan?

Jumat, 26 Februari 2016

Bukan itu... Tapi ini...

Apakah ini cinta
Atau hanya cinta kepada diriku sendiri?
Aku berkata mencintaimu saat ini
Ketika kita bahkan belum berjumpa
Apakah ini cinta
Ataukah halusinasi yang kumiliki
Bagaimana aku bisa mengetahuinya?
Lalu diriku melebur dalam pikiranku
Pikirku menyenangkan jika seperti itu
Selayaknya cerita di film atau roman
Aku menginginkannya, namun tidak sepenuhnya seperti itu.
Menyimpan kebohongan dengan menembunyikan duka dibalik akhir ‘bahagia selamanya’

Kamis, 28 Januari 2016

White Boots by Jamie Grace


Lagu ini memberkati sekali dan memberi semangat. Jangan lupa untuk hidup bagi Kristus dan utamakan Dia. He will give you what you need in the righ time. 

Little girl dreams are bigger than they seem
I’m thinking about my future in my daily routine
Blue house and a picket fence
That's the kind of innocence that makes me wanna wait
Until my wedding day Standing face to face with the love I know is true
I’ll promise him forever from the day we say, "I do"
I've got my white boots
My white dress
And baby, I ain't getting them dusty 
All I need you to bring
Are the rings
And I know in time I'll be ready 
Cause I've been waiting, waiting, waiting,
Waiting, waiting, waiting on you

Rabu, 27 Januari 2016

Jika kita tidak berbahagia kini, kita tidak akan berbahagia nanti

Dear my future husband,
Dirimu dimasa depanku bukan supaya aku berbahagia,
Dirimu dimasa depanku bukan supaya aku merasa lengkap dan aman.
Ketahuilah bahwa aku bahagia, aman dan lengkap saat ini, ditahun-tahun saat kita belum bersama.
Karena Allah