Sabtu, 10 September 2016

Aku pernah melakukannya dengan pacarku

Saya pernah mendengar kalimat itu keluar  dari mulut seseorang yang saya hormati. Kemudian saya berpikir dan merenung, apakah sesulit itu menjaga kekudusan dalam berpacaran?
Apakah kita cenderung menyerahkan diri pada hormon di masa muda kita yang bergejolak sehingga berkompromi dengan tidak menjaga kekudusan dihadapan Allah?
Kemudian hati kecil saya berkata
"Ah... Kamu belum tau aja gimana rasanya sekuat tenaga menahan nafsu... Punya objek yang buat dinafsuin aja nggak."
Hmmm.... -_-

Oke mungkin saya memang sedang tidak punya objek buat dinafsuin. Saya memang sedang tidak sedang dimabuk kepayang oleh cinta saat ini.
Tapi saya terlalu mengasihi diri saya yang jomblo ini. Ya, itu alasan saya menulisnya sehingga suatu saat ketika Tuhan mengijinkan saya memiliki pacar, saya akan mengingat hal yang saya tulis ketika saya masih jomblo ini. Tentang apa yang seharusnya tidak saya lakukan kelak. Sehingga dia (diri saya sendiri) ketika sedang berada dalam situasi yang bergejolak oleh hawa nafsu bisa berkata: "Ingat apa sudah kamu tulis di blog tentang menjaga kekudusan! Ingatlahhhh!!!"
Jadi boleh nggak sih, kita yang mengaku Kristen ini pacarannya pake ciuman, gandengan, pelukan, gitu? Boleh nggak sih berhubungan intim?

Kamis, 08 September 2016

KNM 2016

Kamp Nasional Mahasiswa 2016 yang dilaksanakan tanggal 12-17 Agustus lalu di Jambuluwuk, kota Batu memberi kesan mendalam bagiku. Aku benar-benar mempunyai pengalaman tak terlupakan bersama dengan alumni mahasiswa Kristen dari seluruh Indonesia. Dimana kami yang berbeda suku, bahasa, dan budaya sama-sama dipersiapkan untuk memberitakan injil dimana pun kami berada.
Perkantas merupakan salah satu yayasan yang memuridkan siswa maupun mahasiswa dan saya bersyukur bisa ada di dalamnya. Jika saya mengingatnya, saya penasaran dengan istilah KTB (kelompok tumbuh bersama) dan mulai bertanya pada teman yang mengikutinya. Saya langsung memutuskan "Aku mau ikut KTB!"

Ternyata dimuridkan itu tidak mudah. Ada banyak yang tidak sanggup bertahan dan berhenti ditengah jalan. Juga tentang memuridkan orang lain, perlu kasih yang tulus dan penuh kesabaran...
Namun sekali lagi, terlibat didalamnya merupakan anugerah bagi saya pribadi.
Bukankah Yesus juga memuridkan? Maka sudah seharusnya kita melakukan apa yang juga Yesus lakukan.
Saya berdoa supaya 900 ribu lebih alumni dari berbagai universitas di Indonesia ini benar-benar kembali ke kampung halamannya dan menjadi berkat di setiap bidang pekerjaan mereka. Demi Indonesia yang lebih baik. Demi Indonesia yang penuh dengan kemuliaan Allah.
Foto tepat di depan ruang pertemuan, Jambuluwuk Hotel, Batu.

Kamis, 18 Agustus 2016

Meresponi Panggilan


Saya selalu bertanya tentang bagaimana kita seharusnya bergumul dihadapan Allah?
Ataukah selama ini kita hanya memaksakan kehendak pribadi dan memaksa Tuhan menyetujuinya?
Yakub pernah bergumul bersama Allah sehingga kakinya terpelecok. Kejadian 32:24-25 "lalu tinggallah Yakub seorang diri. Dan seorang laki-laki bergulat dengan dia sampai fajar menyingsing. Ketika orang itu melihat, bahwa ia tidak dapat mengalahkannya, ia memukul sendi pangkal paha Yakub, sehingga sendi pangkal paha itu terpelecok, ketika ia bergulat dengan orang itu."
Kita tidak akan pernah menang jika bergumul dengan Allah. Pada akhirnya, kitalah yang akan tersakiti jika kita tidak mau meresponi panggilan-Nya itu. Jangan tunggu sampai 'kaki terpelecok' baru dirimu mau bergerak.
Cara Tuhan bekerja dalam diri anak-anak-Nya memang berbeda-beda. Terkadang Dia menyatakannya melalui mimpi atau orang lain untuk menyatakan kehendak-Nya. Tetapi jika kita mengaku mengasihi Bapa kita yang di sorga, agaknya kita tidak perlu terlalu banyak tanya karena kita tau apa yang Bapa mau.
Hanya lakukanlah sesuatu.
Mendekat dan lekat dengan Allah jauh lebih penting ketimbang semua pertanyaan yang kita lontarkan. Karena kedekatan itulah jawaban kita. 
Diri-Mu tidak lagi perlu bergumul dan tersakiti karena ketidaktaatan, tetapi merdeka karena melakukan kehendak-Nya.

"Lalu aku mengarahkan mukaku kepada Tuhan Allah untuk berdoa dan memohon..." Daniel 9:3

Minggu, 31 Juli 2016

Bagaimana Jika Aku Sudah Tidak Perawan?

Keperawan menjadi hal yang tidak tabu lagi dibicarakan saat ini. Jika kita mau menyelami dunia remaja-pemuda, melihat lebih jeli dan mendengar lebih tajam, banyak sekali wanita yang sebenarnya telah terjatuh dalam kondisi 'tidak perawan'. Alasannya pasti klise, karena kebablasan, tidak bisa menahan nafsu, kencan dengan orang yang salah dan anehnya bisa ada yang bilang itu merupakan ketidakseengajaan. 

Sebenarnya tulisan ini bukan tentang mengapa hal itu bisa terjadi, itu sudah pasti karena tidak adanya Allah dalam hidup wanita-wanita yang kehilangan keperawanannya. Tapi jika itu adalah dirimu, saya tidak sedang ingin menghakimimu, tidak sama sekali... Adalah bohong jika saya berkata bahwa saya tau bagaimana rasanya berada dalam kondisi tidak perawan dan dicampakan. Tidak saya tidak bisa tau bagaimana rasanya. 

Senin, 18 Juli 2016

Drama Korea

Beberapa drama korea yang pernah aku tonton nih.
Diantara semua penyuka drama Korea, saya adalah salah satunya. Ya ya ya, memang drama Korea selalu diidentikkan dengan romantisme berlebihan dan cerita yang kadang kurang logis. Saya juga menanyakan beberapa orang yang mengaku bahwa suka nonton drama Korea karena aktornya yang tampan-tampan. Setiap orang punya cara sendiri untuk menghabiskan waktu luangnya.

Pertanyaan yang sering saya tanyakan pada diri sendiri ketika menonton drama-drama itu adalah:
1.Apakah nilai-nilai di drama korea menjadi nilai-nilai yang kamu lakukan di dalam hidupmu?
Jangan pernah menggantikan ajaran-ajaran Alkitab dengan ajaran dunia. Milikilah hikmat dalam menonton, mana adegan yang tidak patut ditiru dan mana yang bisa diambil hikmahnya.

2. Apakah waktu menontonmu menjadikan penghalang kamu untuk menghabiskan waktu dengan orang-orang terdekat? Adakah kamu menjadi apatis sehingga mengabaikan keluarga dan teman2mu ketika asik nonton drama? Ingat bahwa Allah ingin kita jadi berkat buat orang lain. 

3. Apakah kamu memiliki waktu yang berkualitas untuk tetap membaca Alkitab dan berdoa ketika kamu nonton drama korea? Pernah nggak siiih, ngerasa antusias ketika episode drakor favorite keluar tapi apa seantusias itu ketika ada yang ngajakin PA (pendalaman Alkitab)?

Jumat, 13 Mei 2016

Bersyukurlah kamu yang belum pernah pacaran

Langsung saja ya, tulisan ini terinspirasi ketika saya melihat status mantan di facebook yang awalnya pacaran dengan- menjadi bertunangan dengan- . Sebenarnya ini bukan tulisan galau. Bukan, oke. Hanya sebuah cermin yang saya gunakan untuk akhirnya menyadari "ah... Andai saja saya tidak pacaran waktu itu..."
Dia adalah pacar saya waktu SMK tepatnya 6 tahun yang lalu. Jujur dia pacar terakhir saya sampai saat ini. Yup! Saya sudah menjomblo 6 tahuuuun. Bukan karena belum bisa move on lho ya. Bukan karena saya belum bisa ngelupain dia juga. Bukan! Alasan klise yang sangat penting: kita beda iman.
Kita putus baik-baik.
Aku yang mutusin duluan. (Gak penting ya kayaknya ini disebutin)
To be honest, se honest-honestnya, saya sudah tidak memiliki perasaan apapun sama dia, sudah lama saya move on dari cinta monyet itu.
Tapi, ternyata meskipun perasaan sudah hilang, ingatan tetap nempel! Ini kenapa saya bilang diawal bahwa bersyukurlah kamu yang belum pernah pacaran sampai saat ini.
Karena kelak, kamu yang meskipun sudah gak punya perasaan apa-apa sama mantanmu, tapi akan (tetap) sedikit baper (bawa perasaan) ketika tau dia akan menikah dengan orang pilihannya.
Mungkin kamu bertanya "ah masa sih?"

Rabu, 09 Maret 2016

Artis Gereja

“Artis Gereja”
Tulisan ini dibuat bukan untuk dengan sengaja menegur orang lain, sebenarnya ini hanya untuk membantu saya untuk tidak menjadi  seperi judul tulisan ini. Sederhananya, tulisan ini untuk saya, bukan untuk anda, tapi jika ada yang diberkati dengan tulisan ini, saya bersyukur.
Saya hanya pernah mendengar kata artis berkumandang ditelinga saya ketika di gereja. Dan saya mulai berpikir, oh ternyata ada orang yang menganggap orang lain artis? Mengapa bisa dikatakan seperti itu, artis seperti apa yang dimaksud dan mengapa ada di gereja?
Pelayanan memiliki banyak bentuk dan yang paling mudah dilihat adalah pelayanan di atas altar, seperti bermain musik, pemimpin pujian, singers, paduan suara, penari tambourine, kuayer (tulisannya bener gak?) dll. Nah, ternyata pelayanan ini tak disangka mengundang anggapan bahwa pelayan-pelayan tersebut seperti artis. Mungkin karena memang pelayanan ini merupakan pelayanan yang menggunakan seni/art ya?
Jika dibandingkan dengan artis yang memiliki arti seperti mereka yang bekerja dilayar televisi tentu saja pelayanan di gereja harusnya tidak bisa disamakan seperti itu. Seperti suku katanya PELAYAN yang seharusnya memiliki arti bahwahan, pembantu, kata kasarnya ‘jongos’ yang bahkan ga layak dapet pujian karena memang sudah tugasnya melayani.
Sedikit miris rasanya bila di gereja ada orang yang beranggapan bahwa pelayanan adalah ajang menjadi artis (tentu saja dengan lingkup kecil) atau ada yang menganggap (tanpa sadar) dirinya artis dengan melakukan pelayanan ibadah di gereja.
Jika tidak keberatan, bolehkah saya memberi sedikit contoh bagaimana ‘artis gereja’ di gambarkan?