Tiap-tiap orang dicobai oleh keinginannya sendiri
Dan tidak semua keinginan berasal dari Allah
Semakin aku menyadarinya
Semakin aku merasa kegilaan menyerangku
Ini tidak masuk akal
Andai hati bisa mengerang
Akan seperti apa suaranya?
Hanya membisu disudut ruang
Menguap oleh panasnya logika
Ini tidak masuk akal
Rabu, 04 Oktober 2017
Selasa, 08 Agustus 2017
Penantian
Penantian
Apakah bisa dikatakan menanti jika tau apa yang dinanti?
Gejolak tanya masih tetap ada ketika menatap langit
Biru
Namun kadang juga kelabu
Seperti langit, kadang begitu pula hatiku
Dalam penantian yang kadang seru kadang lesu
Senja meninggalkan desah
Berharap esok diri ini tidak lelah atau bahkan menyerah
Jangan ada ragu dalam jingga
Karena saat malam pun kita bisa membuat cahaya
Masih ada harapan untuk melihat pagi bersama
Seteguk teh di beranda
Juga desah 'amin' disetiap doa
Aku tak tau siapa yang kunanti
Atau kapan waktunya berhenti
Rabu, 02 Agustus 2017
Ketika Aku Merasa Sepertinya Tuhan Tidak Tau Apa yang Dia Lakukan
![]() |
| Image from www.freepik.com |
Oke, mungkin ini terdengar sangat sesat, tapi aku sering kali merasakannya.
Aku bergumul dalam pikiranku, merasa bahwa aku tau apa yang terbaik untuk diriku. Terkadang aku protes, mengapa Tuhan tidak mengijinkan segala sesuatu berjalan sesuai skenarioku?
Tuhan, apa dia orangnya?
Tuhan, aku rasa dia orang yang tepat.
Tuhan, mengapa dia tidak begini? seharusnya begini... begitu, kan...
Aku tidak tau bagaimana ekspresi Tuhan ketika bekali-kali mendengarkanku seperti itu. Mungkin Dia ingin menutup mulutku sambil berkata, diamlah, kamu tidak tau apa-apa!
Aku sadar, aku sering kali bersikap bahwa Tuhan tidak tau apa-apa. Padahal Dia adalah TUHAN.
Ya, aku tau.
Senin, 31 Juli 2017
Kapan Waktu yang Tepat untuk Pacaran?
![]() |
| Image from www.freepik.com |
Kita semua pasti memiliki keinginan. Sebagai manusia yang
berupa darah dan daging, munculnya rasa ingin akan sesuatu adalah kewajaran. Kita
ingin coklat hangat saat cuaca sedang hujan dan dingin, kita ingin meneguk
segelas es jeruk ketika cuaca panas, kita bahkan ingin dipeluk ketika sedang
sedih atau membanting pintung ketika sedang marah. Keinginan-keinginan itu ada
dalam diri kita dan bahkan kita tidak tau mengapa kita mengingininya. Kita akhirnya
sadar, alasan mengapa kita mempunyai keinginan, karena kita adalah manusia. Keinginan
itu yang membuat Adam merasa tidak ada satu pun hewan di taman Eden yang
sepadan dengan dia, dia perlu sesuatu yang lain. Keinginan juga yang membuat
Hawa memakan buah pengetahuan yang baik dan jahat. Ada banyak jenis keinginan,
salah satunya keinginan untuk memiliki pacar.
Mari kita bicara dengan jujur. Tidak ada manusia yang tidak
menyukai lawan jenis ketika mereka telah akhil balik. Berdasarkan pengalaman
saya pribadi, saya mulai menyukai seseorang ketika kelas 3 SD itu berarti
ketika saya berumur sekitar 9 tahun. Setiap orang pasti memiliki seseorang yang
disukai dan menginginkannya untuk menjadi pacar. Setidaknya itulah yang
diajarkan oleh
lingkungan kita ‘Apakah ada yang kamu sukai di kelas? Kamu aneh kalau tidak menyukai siapa pun’ , ‘Aku menyukai dia, karena dia keren dan tinggi, kalau tipemu yang seperti apa?’
lingkungan kita ‘Apakah ada yang kamu sukai di kelas? Kamu aneh kalau tidak menyukai siapa pun’ , ‘Aku menyukai dia, karena dia keren dan tinggi, kalau tipemu yang seperti apa?’
Kamis, 13 Juli 2017
Mencintai Manusia yang Berdosa
![]() |
| Kelompok Tumbuh Bersama |
Untuk menjawab semua pertanyaan itu, saya perlu waktu untuk merenung dan berpikir keras. Apakah benar-benar ada orang yang layak untuk dicintai? Jawabannya adalah tidak ada. Baik saya maupun anda, kita semua sebenarnya tidak layak untuk dikasihi. Kita adalah manusia yang berdosa. Sebaik apapun kita, pasti ada suatu kesempatan bagi kita untuk berbuat dosa dan menyakiti orang lain.
Tidak ada yang layak.
Namun kita mau mengingat pada pengorbanan Kristus di kayu salib. Dia yang sempurna dan agung rela untuk menunjukkan kasihnya kepada kita yang sangat tidak layak memperolehnya. Kita telah dikasihi dengan kasih yang sempurna.
Lalu mengapa seringkali pertanyaan 'mengapa aku harus mengasihinya?' seringkali terngiang dipikiran kita? Kita sering kali ingin memilih untuk untuk menyimpan kesalahan orang lain dan mengabaikan mereka. Kita tersakiti dan tidak mampu mengampuni.
Label:
Artikel Kristen,
Kehidupan Anak Muda,
Renungan
Senin, 13 Maret 2017
3 Hal yang Perlu Dilakukan Ketika Memiliki Gebetan
Sebagai seorang lajang tentunya wajar jika kita akhirnya memiliki gebetan. Ketika kita mulai tertarik pada orang lain, kita pasti ingin tau
banyak tentangnya lalu mulai beraksi layaknya FBI dan mulai mengamati dia
bahkan mengintip semua sosial medianya. Saya rasa memiliki gebetan bukan hal yang
salah. Ketika saya menulis tentang “Tipe” saya tergerak untuk kemudian
menuliskan tentang hal ini, yaitu bagaimana jika kita memiliki seratus seorang gebetan?
Perhatikan cara dia bersikap, berbicara dan memperlakukan
orang lain
Saya pun akan dengan mudah mengagumi ketampanan seorang pria
namun itu hanya sebatas seperti mengagumi sebuah lukisan di sebuah pameran
seni. Ya, siapa yang tidak menyukai keindahan? Tuhan menciptakan keindahan di
dunia ini (alam, manusia, musik, seni) untuk bisa membuat kita merasa bahagia
dan takjub. Namun selayaknya Allah, keindahan sejati tidak dapat dilihat,
disentuh, atau di dengar, keindahan sejati dapat kita rasakan melalui hati.
Selasa, 07 Maret 2017
Ingatkan Kami pada Salib
Diriku menatap pada salib
Dalam diriku yang halus dan ringan
Meski begitu tetap keluh kesah terselip
Ini bukan beban yang seharusnya bukan?
Ini hanya hal sepele yang kau anggap penderitaan
Salibmu sekedar rasa ragu mengabaikan etalase toko
Atau berhenti memuas hasrat untuk makan
Salibmu berwarna merah muda
Yang terasa berat hanya karena memikul gejolak cintanya remaja
Pikullah tapi jangan terlalu serius, sering-seringlah bercanda
Padahal Tuhan, Kau begitu serius ketika mati bagi kami diatas salib milikMu
Yang kasar dan merah penuh darah
Banyak paku dan diselimuti debu
Sama sekali jauh dari kemuliaan
Dalam diriku yang halus dan ringan
Meski begitu tetap keluh kesah terselip
Ini bukan beban yang seharusnya bukan?
Ini hanya hal sepele yang kau anggap penderitaan
Salibmu sekedar rasa ragu mengabaikan etalase toko
Atau berhenti memuas hasrat untuk makan
Salibmu berwarna merah muda
Yang terasa berat hanya karena memikul gejolak cintanya remaja
Pikullah tapi jangan terlalu serius, sering-seringlah bercanda
Padahal Tuhan, Kau begitu serius ketika mati bagi kami diatas salib milikMu
Yang kasar dan merah penuh darah
Banyak paku dan diselimuti debu
Sama sekali jauh dari kemuliaan
Langganan:
Postingan (Atom)




